Jumat, 14 Agustus 2020

SUPETRANS III by LEINZ

 

Hai sobat Arka... melanjutkan pembahasan mengenai lapisan coating pada waktu lalu... kali ini Arka mencoba membahas mengenai lapisan coating lensa dari produsen tingkat nasional, yang saat ini brand lensa tersebut sudah sangat dikenal dikalangan masyarakan Indonesia. nah kali ini, kita akan mereview, lapisan coating yang digunakan pada lensa Leinz.

Seperti yang sudah pernah Arka jelaskan apa yang dimaksud dengan coating merupakan lapisan terdepan sebuah lensa, yang diantaranya berfungsi sebagai anti refleksi, filter UV, light transmition, anti impact resisten, yang mana dengan dilengkapi coating, lensa kacamata yang sobat gunakan akan benar-benar menjadi sebuah karya muktahir yang tentunya akan membantu sobat melihat dengan baik dan nyaman.

 

Pada saat ini, dimana penggunaan lensa kacamata yang lebih didominasi dengan lensa bebahan plastik, dengan menitik beratkan pada alasan agar lebih ringan saat pemakaian, namun karena material palstik lebih lunak, untuk itu diperlukan sebuah lapisan yang kuat untuk menahan goresan. Karena itulah, banyak lensa-lensa saat ini yang menyertakan lapisan tahan baret / gores (scratch), tak ketinggalan juga produsen dari lensa Leinz yang menyematkan produknya dengan lapisan coating dengan brand SUPERTRANS III.

SUPERTRANS III, merupakan brand coating yang sudah dipatenkan sebagai lapisan coating untuk semua varian lensa yang diproduksi oleh produsen Leinz Indonesia, lapisan coating tersebut terdiri dari beberapa layer ( lapisan ) yang memiliki fungsi dan keunggulan masing-masing  diantaranya adalah :

Xtreme Superhydrophobic. Ialah layer yang membuat SUPERTRANS III ini menjadi licin dan membuat saat proses membersihkan lensa lebih mudah.

 Anti Static. Lapisan bebas debu, yaitu fungsi yang membuat SUPERTRANS III lebih mudah dibersihkan karena debu atau kotoran tidak mudah melekat dan lebih jernih. Penglihatan yang lebih jelas tanpa kabut partikel debu yang menutupi permukaan kacamata.

 Light Control. Yaitu mengurangi pantulan, menjadika  lensa terlihat lebih bersih, jernih, dan bebas silau sehingga lebih nyaman bagi pengguna dan lebih jernih jika dilihat oleh orang disekitar kita.

 Ultra Tough. Yaitu membuat lensa lebih tahan terhadap goresan, tidak merusak, memberikan penglihatan yang lebih jelas untuk periode yang lebih lama.

 Dengan kelengkapan lapisan pada coating Supertrans III tersebut, ditambahkan lagi jaminan / garansi dari produsen, menambah performa Supetrans III ini menjadi lebih meyakinkan konsumen / pengguna.

Untuk masa garansi Coating pada lensa Leinz ada 2 jenis kategori, untuk produk lensa yang masuk kategori reguler, bergaransi 12 bulan ( 1 tahun ), sedangkan untuk produk lensa yang masuk kategori premium diberikan masa garansi sepanjang 24 bulan ( 2 tahun ). Mengenai jaminan garansi tersebut, pihak Leinz biasanya menerbitkan kartu garansi ( waranti Card ) yang berfungsi selain sebagai syarat kelengkapan saat proses claim, juga berfungsi sebagai orisinalitas produk, selain itu pada kartu tersebut tercantum juga tanggal produksi, dan data terkait lensa yang sobat miliki.

Selanjutnya yang mungkin perlu sobat Arka ketahui juga adalah; selain menerbitkan Warranty Card, produsen lensa Leinz juga menyediakan E-Warreanty ( Card-less ), yang bermanfaat memberikan kemudahan buat sobat – sobat pengguna lensa Leinz, yang mungkin pada saat ingin melakukan claim  terkait coating, barangkali warranty card nya tercecer atau terlupa dimana menyimpannya. Nah dengan fasilitas E-Warranty ini jika sobat mengalami hal demikian, E-warranty bisa menjadi solusi. 


 

E-Warranty sendiri dapat diakses dengan mengunduhnya di aplikasi Timur Raya yang ada di PlayStore android. Setelah login di aplikasi Timur Raya, lalu klik ke E-Warranty dan isi nama serta nomor handphone yang sudah didaftarkan oleh pihak optik, dimana tempat sobat Arka membeli lensa kacamata tersebut.            

 

Setelah muncul seperti gambar ini, maka kita klik download. Maka kita akan mendapatkan E-Warranty tsb dalam bentuk format PDF, yang berisi informasi mengenai kacamata kita.

Baik sobat Arka, demikian review kali ini, semoga bisa menjadi tambahan refrensi sebelum menentukan pilihan saat ingin mengorder lensa kacamata.     

 

 #tips #refraksionis #ro #refraksi #optik #kacamata #lensa #frame #bingkai #Leinz #innovativelens #regular #premium #coating #supetransIII

Kamis, 13 Agustus 2020

Coating pada Lensa Kacamata

 

hai Sobat Arka, mungkin dari sebagian kalian sudah ada yang memahami apa itu Coating berikut fungsinya pada lensa kacamata, yang merupakan lapisan tipis pada sebuah lensa. yang mampu mengurangi pantulan, karena memang sifat dasar lensa/kaca adalah reflektif/ memantulkan (cahaya).


Fungsi coating bermacam macam.

Diantaranya sebagai anti reflection, filter UV (Ultra Violet), light transmition, anti foging, anti bacterial, anti scratch/goresan dan lain sebagainya.

Karena sifat dasar lensa / kaca adalah reflektif, jadi lapisan coating ini dapat membantu lensa menyerap lebih banyak cahaya untuk diteruskan, dibanding cahaya yang dipantulkan ke retina.

 

Fungsi coating berdasarkan warna coatingnya.

Coating berwarna Merah (anti UV)

Warna merah didominasi untuk proteksi pada kondisi pencahayaan yang maksimal. Lensa dengan warna coating merah sangat baik digunakan untuk siang hari pada kondisi cahaya terang, karna mampu mereduksi hampir 1/3 cahaya terutama sinar UV.

 

Coating Biru (anti relection)

Warna biru pada coating adalah jenis coating dasar, warna standarisasi lensa biasanya harus memiliki anti reflection agar tiap kedipan mata, atau cahaya refleks ketika membidik target tidak membuat kepala menjadi pusing. Lensa coating biru sangat baik digunakan untuk berbagai kondisi, baik siang dan malam hari.

 

Coating Hijau (light transmition)

Warna hijau pada lensa biasanya berjenis light transmition dari bahan amber stone yang mampu mengalirkan cahaya pada seluruh bagian bayangan object yang tertangkap lensa. Coating jenis light transmition sangat cocok digunakan pada kondisi pencahayaan yang minim, misal pada senja hari atau pada suasana remang (bukan gelap tanpa cahaya) sehingga tampak lebih terang.

 

Adapun warna warna lain yang tidak Arka jelaskan, seperti ungu, jingga, orange dll itu adalah hasil dari kombinasi beberapa jenis coating. Saran, untuk tidak terlalu sering membersihkan lensa apalagi menggunakan chemical, karena lama kelamaan akan membuat lapisan coating tersebut tipis dan akan hilang. cukup dilap dengan kain halus dan lembut.


#tips #refraksionis #ro #refraksi #optik #kacamata #lensa #frame #bingkai #Leinz #innovativelens #regular #premium

Rabu, 05 Agustus 2020

Mengetahui Ukuran Frame Kacamata


Hai sobat Arka, pernah tak saat sobat membeli frame kacamata, karena hanya terfokus pada model dan warnanya saja, kemudian saat kacamata sudah dipasang lensa ukuran, baru terasa kurang pas. nah.. biar hal tersebut tidak terjadi dengan sobat, kali  ini Arka ingin sedikit informasikan bagaimana cara mengetahui dan memilih ukuran kacamata yang sesuai dengan kebutuhan kita, yaitu dengan terlebih dahulu mengetahui ukuran kacamata, biasanya ukuran kacamata tertulis di sisi dalam tangkai bagian dalam, tetapi untuk frame berbahan plastik yang tebal, ukuran tersebut bisa tercantum dibagian bridge (jembatan hidung)

Terdapat beberapa ukuran yang perlu diperhatikan saat memilih kacamata, diantaranya   lebar lensa, panjang frame, bagian samping, lebar bridge (jembatan hidung), dan juga pupil distance (PD) atau jarak antar puil.

Seperti dijelaskan pada gambar berikut ini, hanya tiga ukuran yang tertulis pada frame kacamata. Yaitu lebar lensa (50mm), lebar bridge (18mm), dan panjang tangkai frame (142mm).

Lebar dan Tinggi Lensa

Ukuran lebar dan tinggi lensa sangat berpengaruh dari segi kenyamanan saat memakai kacamata, karena dapat menempatkan pupil tepat / sejajar dengan titik fokus pada lensa. Hal ini membuat penglihatan sobat Arka, menjadi lebih fokus dan nyaman.

Dari segi estetika juga berdampak pada ketebalan lensa yang akan terpasang. Lensa yang tebal biasanya tidak nyaman untuk dilihat dan berat. Untuk meringankan berat lensa bisa dengan cara memilih indeks lensa yang lebih tinggi, agar lensa terlihat lebih tipis, atau bisa ditutupi dengan menggunakan frame yang bagian tepi lingakr framenya lebih tebal.

 

Panjang Frame

Panjang frame biasanya dibuat secara proporsional, yang artinya segala sesuatunya sudah diperhitungkan, dan rata-rata hampir semua panjang frame ukurannya sekitar 135 – 145 mm, yang disesuaikan dengan bentuk dan lebar frame.

Panjang frame biasanya bagian yang tidak terlalu diperhatikan, karena ada kacamata dengan frame yang bisa disesuaikan ukuran panjangnya, karena bisa disesuaikan baik dengan cara dibengkokan atau dilurskan.

 

Lebar Bridge

Lebar bridge berguna agar kacamata yang sobat gunakan sesuai dengan bentuk hidung dan membuat kacamata tidak mudah melorot. Untuk sobat Arka yang memiliki hidung landai ( pesek ), pilihlah frame dengan bridge yang bisa diatur agar posisi bantalan hidungnya nyaman dihidung.


Pupillary Distance (PD)


Pupillary Distance ( PD ) adalah jarak antar pupil pada mata kanan dengan pupil pada mata kiri yang biasa disebut jarak titik fokus. Jika jarak titik fokus tidak benar, maka akan menimbulkan efek prisma yang menyebabkan ketidaknyamanan. bagi sobat yang memiliki jarak pupil agak pendek, baiknya pililah frame dengan lebar lensa tidak terlalu besar, karena ini akan berpengaruh pada kesesuaian diameter lensa yang akan terpasang pada frame tersebut.

baik sobat Arka, mudah - mudahan dengan sedikit penjelasan tersebut bisa menambah wawasan, dan menjadi acuan awal untuk sobat arak memilih frame yang sesuai.


#tips #refraksionis #ro #refraksi #optik #kacamata #lensa #frame #bingkai #Leinz #innovativelens #regular #premium